Minggu, 29 Mei 2011

BAGIAN - BAGIAN ENGINE


Torak (Piston)
            Torak biasanya disebut penghisab ( piston), alat ini berguna untuk meneruskan tenaga dan merubah energy potensial dalam pembakaran bahan bakar menjadi energy mekanik dengan gerak lurus.

Torak harus tahan suhu tinggi karena menerima panas dari pembakran bahan bakar yang suhunya sampai mencapai 1300c dan juga harus tahan terhadap tekanan dari ledakam pembakaran jadi torak harus benar benar mampu mengatasi hal tersebut , tetapi perlu dicatat torak juga harus ringan supaya tidak menimbulkan kerugian lainya mengingat kev=cepatan torak tinggi yaitu sekitar 12 s/d 1 m/dt dengan gerak bolak balik.
            Torak mempunyai tugas lainya yaitu sebagai penghisap gas baru masuk silinder dan mendorong gas bekas keluar, sehingga torak harus rapat terhadap silinder, sedangkan untuk perapatnya tidak dapat langsung dengan silinder melainkan harus ada perapat dari benda yang lain yaitu pegas torak.

           

              Pegas torak (ring piston) pada umumnya ada dua jenis yaitu pegas kompresi dan pegas pelumas. Pegas torak harus dapat memegas dengan arah radial dengan baik supaya gas tidak dapat bocor dan mempnyai gesekan yang kecil.
           




Pegas kompresi berguna untuk merapatkan antara torak dengan silinder , pegas ini dipasang pada bagian puncak dan berguna untuk menahan kompresi gas. Pegas pelumasan berguna untuk menangkap pelumas dari bawah atau dari dalm piston dan memberikan pelumasan kepada dinding silinder.pada torak juga ada pena torak yang bergunauntuk mengikat torak dengan batang pemutar (stang seker).
Pegas torak dilapisi dengan bahan yang keras dan tahan gesekan. Bahan pelapis ini biasanya dibuat dari keramik atau oksida logam seperti Titanium Oksid dan lainya.
            Pena torak terbuat dari bahan yang keras dan tidak mudah melentur, alat ini dipasang sliding dirumahnya, supaya pena tidak lepas kea rah aksial maka pada ujung – ujungnya dipasang ring pegas, dengan demikian maka ring piston dapat mudaj dilepas.
            Permukaan atas torak menerima suhu yang  tinggi, maka torak perlu pendinginan. Pendinginan torak dengan mengalirkan pelumas dari dalam torak, pelumas ini juga berfungsi ganda yaitu dapat melumasi pena torak dan pegas torak. Pelumas biasanya di dapat dari batang torak.







POROS ENGKOL
 
Poros engkol dan kelengkapanya dugunakan untuk merubah gerak  bolak – balik dari torak menjadi gerak putar dan meneruskan gerak da tenaga ke roda penerus.
            Batang penerus atau batang torak berguna untuk meneruskan gerak dari torak ke engkol atau sebaliknya. Batang ini pada torak diikat oleh pena torak dan pada bagian engkol dibaut dengan poros engkol. Batng penerus harus mampu terhadap beban tekan dan beban tekuk secara mendadak dari torak, sehingga bahanya harus ulet dan tidak boleh terlalu keras dan berat. Untuk mesin yang sedang sampai besar pada batang torak diberi lubang dari bawah sampai tembus atas, lubang ini berguna untuk mengalirkan minyak pelumas dari poros engkol ke torak dan teruske dinding silinder.
            Poros engkol berguna untuk merubah gerak dan meneruskan tenaga dari batang penerus keporos utama. Jumlah engkol tergantung dari jumlah torak , engkol di ikat mati dengan poros utama dan poros utama didukung oleh bantalan.
            Poros engkol harus mampu terhadap beban bengkok dan puntir juga geser, maka bahan engkol harus ulet dan pembuatannya biasanya dengan ditempa supaya seratnya tetap baik dan lurus sehingga tidak mudah patah.
Roda penerus atau roda gila biaasanya biasanya terbuat dari besi tuang atau baja tuang dan dengan berat tertentu( menurut besarnya tenaga motor ), roda ini jugs harus benar – benar stabil ( balance) supaya tidak terjadi goncangan dan umur motor lebih lama.


             Roda penerus biasanya dipasan diroda gigi yang berguna untuk menghidupkan motor pertama kali dengan cara menerima putaran dari motor stater, roda gigi ini ada yang dibuat jadi satu dengan bahan roda penerus dan ada juga yang dibuat dari bahan lain kemudian dipasangkan ke roda penerus. Roda penerus yang umum dipasang pada salah satu ujung dari poros engkol dan nekat dengan kopling atau puli penggerak.


           




Pada ujung lain dari poros engkol dipasang puli yang digunakan untuk menggerakn peralatan yang lain seerti untuk motor / dynamo isi, kipas pendingin dan lain – lain dan ada pula dipasang roda gigi yang berguna untuk menerusakan daya k penggerak lainnya.
            Dibagian belakn dari puli biasanya terdapat roda gigi transmisi yang berguna untuk memudar roda gigi pada poros hubungan, tetapi ada pula yang memakai sabuk bergigi.

POROS BUBUNGAN (CAMSAFT)
Poros bubungan juga disebut pula nok (cam) berguna untuk mengatur katup. Bubungan adalh jenis poros/ roda yang berbentuk eksentrik seperti elips, jadi bila bila diputar menurut sumbunya bubungan akan berputar dan kelihatan tidak simetris. Bagian yang menonjol pada bubungan digunakan untuk mendorong batang penekan dan bila batang penekan bersinggungan dengan bagian yang rata pada nok maka posisinya akan seperti semula.




Pada poros bubungan ini terdapat banyak bubungan,jumlah bubungan tergantung pada jumlah silinder,ssilinder 4 jumlah bubungannya ada delapan yaitu empat untuk mengatur katup masuk dan empat untuk mengatur katup buang. Ada pula untuk silinder 4 bubungannya ada 12 dan ada yang 16, untuk yang 12 biasanya 8 untuk katup masuk dan 4 untuk katup buang begitu juga sebaliknya,untuk 16 bubungan biasanya 8 untuk katup masuk dan 8 untuk katup buang yang biasanya disebut double cam. Poros bubungan biasanya dibuat dari bahan yang ulet dan tahan aus karena tiap saat menerima beban tekan dan beban geser.
Tenaga putar bubungan dari roda gigi yang dhubungkan dengan porosengkol, perbandingan putar sebesar 1;2, jadi putaran poros bubungan separo daripada putaran poros engkol. Poros bubungan tetap ditempatkan pada tempatnya dan didukung oleh bantalan.
Batang penekan berguna untuk meneruskan gerak poros dari poros bubungan ke lengan pengungkit dan merubah gerak poros bubungan menjadi gerak bolak – balik . perlu diketahui bahwa ada poros bubungan yang langsung menggerakn katup – katup tanpa mealui batang penekan dan ada pula poros bubungan dipasang langsung dikepala silinder, peutarnya dilakukan dengan rantai atau sabuk bergigi.
Batang penekan harus mampu beban tekuk, beban tersebut berasal dari pegas katup dan dari gaya katup, batang ini biasanya dibuat kaku. batang  penekan pada bagian ujung – ujungnya harus mendapatkan pelumasan yang baik supaya tidak aus.
Lengan pengungkit berguna utnutk meneruskan gerak dari batang penekan ke katup, batang ini harus mampu menerima beban bengkok dan biasanya batang ini terbuat dari baja tuang. Batang pengungkit ini dipasang pada poros tetap kepla silinder,batang ini harus mendapatkan pelumasan yang baik mengingat geraknya yag menyudut, pelumasanya biasanya didapat didalam poros  batang pengungkit.
Katup digunakan untuk membuka dan menutup lobang masuk dan buang yang ada pada kepala silinder,katup ini ada 2 jenis yaitu katup masuk dan katup buang yang biasanya dibuat lebih besar.katup harus mampu terhadap suhu tinggi dari silinder dan mampu terhadap gaya pukul dan gaya tekan, katup biasanya terbuat dari bahan tuangan.










Pegas katup berguna untuk mengembalikan gerak katup swaktu menutup. Pegas katup mempunyai gaya  tekan tertentu bila gaya tekannya sudah berkurang maka pegas ini harus diganti.








KEPALA SILINDER
            Kepala silinder merupakan tempat / ruang bakar, untuk motor dengan katup dikepala berarti katup – katup diletakan dikepala silinder.
Kepala biasanya terbuat dari tuangan dan harus tahan suhu tinggi dan mampu menahan dari tekanan – tekanan dari hasil pembakaran. Kepala silinder dapat dilepas terhadap badan silinder maka pengikatanya dengan mur dan baut.

Bila kepala silinder tempat dari katup maka dikepala silinder banyak lubang dari dudukan dari tempat masuk maupun katup buang dan juga tempat dari manipol masuk yang merupakan tempat masuknya dari karburator serta manipol buang.
Manipol buang adalah tempat penghubung antara silinder dengan knalpot,jadi gas buang pertama kali diterima oleh manpol. Manipol dengan kepala silinder dibuat dari sambungan mur, baut , begitu pula antara manipol dengan knalpot. Manipol ini terbuat dari pipa yang dibentuk dengan sedemikian rupa dan ada pula manipol terbuat dari tuangan.
Pada kepala silinder terdapat penutup katup yang terbuat dari plat ,tutup ini hanya berfungsi untuk menutupi bagian dari katup supaya tidak terkena debu dan menjaga oli agar tidak tumpah.  

SILINDER
Silinder merupakan tempat bergeraknya torak dan juga tempat – tempat adri bagian yang lain dari motor . bentuk silindr bermacam – macam seperti bentuk silinder tegak tunggal,tegak bnyak , bentuk v ,bentuk mendatar , bentuk bintang, benuk torak berhadapan.
Silinder terbuat dari tuangan, biasanya dari besi tuang yang tahan terhadap sauhu yang tinggi dan mempunyai prosentase pemuaian erhadap panas yang kecil.silinder untuk mesin yang kecil iasanya terbuat dari bahan aluminium, sehingga sedikit akan pecah . pada umumnya silinder tidak dibuat jadi satu dengan rumahnya ( siilinder blok), melainkan dibuat dengan sendiri – sendiri, jadi yang bergesekan dengan torak bukan silinder bloknya tapi lapisan silinder.



Lapisan silinder biasanya terbuat dari baja tuang yang mempunyai ketahanan suhu panas yang tinggi, tahan gesekan , halus permukaanya dapat merambat panas dengan baik, tahan pukulan, pemuaian kecil. Lapisan ini biasanya disebut selongsong silinder atau silinder iner, letaknya didalam silinder blok dengan car sambungan susut.bila silinder iner sudah aus dan ukuranya sudah maksimum ( tidak dapat dibesarkan lagi) mudah digani dengan yang baru sedangkan silinder bloknya tetap dipakai.
Pada silinder ini ditempelkan beberapa peralatan seperti peralatan yang telah dibahas dimuka dan dibawah ini msih ada beberapa peralatan yang menempel pada silinder seperti tempat minyak yang biasa disebut karter, rumah timing gear.
Tempat minyak biasanya dibuat dari plat atau tuangan yang tidak begitu tebal mengingat tempat minyak tidak mendukung beban berat , tetapi pada motor – motor yang kecil karter kadang – kadang untuk menumpu poros engkol.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar